BPOM: SAMPLING MAKANAN, HASILNYA MENGANDUNG BERBAHAN BAHAYA

Kamis, 20 April 2017 06:36:54 WIB oleh Dishubkominfo

Kota - Rabu (19/04) kemarin, BPOM Propinsi Jabar melakukan pengambilan sampel berbagai jenis makanan di wilayah Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya sebagai salah satu dari lima kelurahan yang masuk dalam daftar gerakan program keamanan pangan desa yang dicanangkan sejak tahun 2015 lalu.

Kasi. Layanan Informasi Konsumen BPOM Bandung Apep Temy mengatakan, gerakan keamanan pangan desa di Kota Tasikmalaya akan selesai hingga 7 bulan kedepan. Dalam kegiatannya itu terdiri dari beberapa tahapan mulai dari advokasi mengajak pemerintah daerah untuk berkomitmen terhadap keamanan pangan.

"Lalu, pembentukan kader di setiap kelurahan. Dan saat ini kami telah melaksanakan tahap ke 3 dari 8 tahapan yang akan dilaksanakan yakni mengambil sampel makanan dari para pelaku usaha di lingkungan sekolah, pasar dan tempat lainnya. Hasilnya, dari 20 sampel makanan yang diambil ada sejumlah makanan yang positif mengadung zat kimia. Dari tiga kelurahan yang sudah didatangi yaitu Kelurahan Sukamanah, Nagarawangi dan Parakannyasag rata-rata terdapat produk makanan yang menggunakan zat kimia berupa boraks dan formalin," paparnya.

Apep mengharapakan, dengan adanya gerakan tersebut semua masyarakat terutama para pelaku usaha produk makanan sadar terhadap pentingnya keamanan pangan. “Dari gerakan ini untuk secara nasional target kami sebanyak 500 desa. Untuk daerah sebanyak lima desa atau kelurahan yang diambil sampel sebagai pilot project. Setelah tiga kelurahan tersebut, besok kami akan datang ke Kelurahan Setiaratu Kec. Cibeureum dan Kelurahan Lengkongsari Kec. Tawang. Mudah-mudahan dengan program ini masyarakat sadar terhadap makanan yang akan dikonsumsinya,” tandasnya. (Kominfo)