Wilujeng sumping di forum diskusi Tasik Kota Resik
Anda belum login.
Halaman: 1 2
Menurut saya :
1. Setiap 1 rumah setidaknya ada anggota keluarga yg tahu soal Komputer (pernah mencoba pake kompi, apalagi sering ke warnet)
2. Biaya internet harus murah (lewat RT/RW Net, maupun dari paket ISP)
3. Area Hotspot diperbanyak
4. Pelajaran mengenai Internet di sekolah musti ditingkatkan
5. Seminar-seminar mengenai Internet untuk orang tua musti diadakan di tiap kelurahan
6. Dan beberapa solusi lain untuk memperkenalkan dunia komputer ke masyarakat
Setelah dasar sudah dibentuk, selanjutnya : Pencarian SDM yang siap, ikhlas, dan tidak mudah mengeluh dalam bekerja membangun dunia cyber. ![]()
Offline
maca majalah tempo edisi ayeuna...
aya pemabahasan jago2 IT indnonesia..
whuaaa ternyata seeur oge jago2 IT nu hebat...
industri kreatif nu ngahasilkeun artos seeur...
mudah2an putra2 tasik aya oge nu janten jago IT hebat nu dikenal sa dunia..
Offline
Assalamu alaikum wilujeng tepang, ka sadaya akang-akang, teteh-teteh, Bapa-bapa, Ibu-ibu sareng saderek sadaya. Simkuring bade ngiringan. Tapi upami nyeratna diteraskeun ku basa sunda , meni sok asa ti tatarajong, nya saterasna mah bade ku bahasa Indonesia wae atuh.
Mengenai Tasik Cyber City.
Ini merupakan suatu mimpi besar yang harus diwujudkan, tapi untuk mencapai ke sana perlu dukungan dari semua pihak. Perlu dicarikan solusinya bagaimana mengatasi kesenjangan digital
yang terjadi di kota tasikmalaya. Mulai dari perindustrian, perdangangan, LSM, pemerintahan, dan sektor lainnya
harus segera berusaha meningkatkan pengetahuan akan Teknologi Informasi.
Karena lambat laun semua itu akan mewarnai setiap aktifitas kehidupan sehari-hari.
Selain dari itu yang tidak boleh dilupakan, adalah dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus bisa mengaplikasikan teknologi informasi. Apalagi di lembaga pendidikan yang menyelenggarakan jurusan atau program studi yang fokus pada Teknologi Informasi. Apakah sekolah menengah kejuruan/kursus/perguruan tinggi, harus bisa memberikan kotribusi bagi perkembangan teknologi informasi di kota tasikmalaya ini. Semoga setiap kita bisa menjadi bagian dari solusi untuk memajukan teknologi informasi di kota tasikmalaya.
Wassalam
Offline
TCC ideku :
1. Sekolah-sekolah kan direncanakan terhubung dengan Jaringan Pendidikan Nasional, tah kukituna REALISASIKEUN ah
2. Harga bandwith ulah mahal toing, warnet ngarah mirah, meskipun aya faktor persaingan sesama warnet tapi ari tidituna mirahmah aya batian oge ka warnetna
3. Pemerintah menyediakan lahan HOTSPOT, ayeuna mung aya di BAPEDA unkul, tah pami misalna ditempat sanes ge langkung sae diayakeun
4. Lembaga Akademis Sing sering ngulem pakar-pakar IT janten nara sumber SEMINAR nu teu MAHAL, bekel kangge peserta nu hususna urang tasik
5. Cing aya teu tutorial gratis kangge ngadamel blog, ngadamel web site, ngadamel program2 basis data jste nu tiasa gratis didonlod di web resmi pamarentah tasik ??
6. Tah ayeuna usum kampanyeu caleg, aya teu janji-janjina nu tiasa ngamajengkeun IT? sebagian besar calegteh kirang respek kana IT, jadi pm kapilihteh cm ngetang anggarana sareng saha nu ngalaksanakeuna geura, moal kaemut hoyong tiasa & ngiring ngarojong ku bukti nyata
mung sakitu, mugia katampi
Offline
ikut nimbrung TCC...
Apakah dalam menggunakan komputer di kantor pemerintahan sudah dipisahkan antara user dan administrator ?
Salah satu bentuk pencegahan penggunaan perangkat IT di pemerintahan untuk hal - hal yang negatif, semua perangkat IT sebaiknya menggunakan Wired LAN. Dan semua perangkat PC dilakukan join domain ke server pemerintahan sehingga setiap pengguna sesuai nama pengguna (user name) yang terdaftar pada saat menggunakan komputer dan login akan membuat profile sendiri (create profile) secara otomatis dengan security policy yang telah ditentukan seperti tidak bisa melakukan instalasi software, membuka isi folder user lain, dll. Sehingga peran dan tanggung jawab sepenuhnya ada di administrator IT dan pengguna (user) hanya menggunakannya saja.
Security Policy bisa dibuat sedemikian rupa agar pembatasan penggunaan akses komputer sebatas untuk bekerja saja selain itu karena tidak diberikan hak utk instalasi, penyebaran virus dapat diminimalisir dan pengcopyan data ke CD secara sembarang.
Kemudian, penyediaan layanan hot spot saya rasa sangat baik dan membantu, tetapi perlu saya garis bawahi harus ada pemisahan antara kebutuhan dan kepuasan diri sendiri. Jadi layanan hot spot juga hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, bisnis, email dan transaksi saja bukan untuk sosial networking seperti facebook, friendster, game online, dll. Karena menurut saya penggunaan layanan internet untuk akses social networking adalah termasuk dalam kepuasan diri sendiri bukan kebutuhan. Dan untuk yang bersifat kebutuhan diri sendiri, biar mereka mengeluarkan biaya sendiri. Karena di Tasikmalaya saya lihat sudah banyak hot spot bebas di restoran, hotel dan plasa. Pembatasan ini juga sebagai faktor penyeimbang bisnis selular di Tasikmalaya ini...kalo semuanya bisa diakses via hot spot bisnis seluler sepi dong...hehehehe
Offline
asal jangan jadi hacker dadakan.. bikin virus dan hal-hal yang merugikan dah
Offline
kceret menulis:
asal jangan jadi hacker dadakan.. bikin virus dan hal-hal yang merugikan dah
lha ini kan yang akhirnya ada yg jualan antivir loka....pedang bermata 2 bro...bisa baik dan buruk tergantung sisi melihat nya
Offline
Halaman: 1 2