Produk Unggulan

22 Juni 2015 WIB
1. 

  

  Bordir
  Keuletan Orang Tasik terlihat dari kebaya, tunik, blus, rok, selendang, kerudung, sprey, sarung bantal, taplak meja, baju gamis, mukena, baju koko, hingga busana sehari-hari yang dihiasi bordir menarik. Mereka kreatif dan telaten dalam mengerjakan motif-motif floral yang menjadi ciri khas bordir Tasik. Tak mengherankan bila bordir yang biasanya dikerjakan di rumah-rumah (home industry) merupakan salah satu produk unggulan Kota Tasikmalaya. Sejumlah sentra industri bordir berkembang di Kota Tasikmalaya, yaitu di Kec. Kawalu terutama di Kel. Tanjung, Talagasari, dan Kersamenak, kemudian di Kel. Karikil (Kec. Mangkubumi) dan Kel. Mulyasari (Kec. Tamansari). Sebagai salah satu icon product Kota Tasikmalaya, bordir telah menembus pasar internasional. Bordir Tasik, khususnya yang dikerjakan secara handmade, bukan komputer, diapresiasi tinggi oleh masyarakat internasional.
 2.

  

  Batik
 

Sejumlah daerah di Jawa Barat mempunyai batik khas, salah satunya Tasikmlaya yang pernah menjadi sentra batik Jawa Barta pada masanya. Saat ini Tasikmalaya berupaya mengangkat kembali batik sebagai komoditi ungulan dengan motif khas. Salah satu sentra batik terletak di Kampung Ciroyom dan Cigeureung,, Kel. Nagarasari (Kec. Cipedes). Batik Tasik dikerjakan dalam dua bentuk yakni dengan teknik cetak dan teknik tulis (handmade). Untuk yang batik handmade, nilainya cukup tinggi sehingga mampu menjadi cinderamata berharga. Beberapa motif Batik Tasik ada yang mirip batik Madura dengan ragam hias yang kontras dalam ukuran motif dan warna, mirip Batik Solo yang didominasi warna coklat seperti buah sawo ditambah warna indigo dan ornamen putih, ada juga yang memiliki ciri warna cerah dengan ragam batik yang tersaji seperti bunga anggrek, burung merak, pohon pisang, bambu (awi ngarambat), dsb.  

 3.

  

   Alas Kaki
 

Salah satu bentuk alas kaki adalah kelom geulis. Nama kelom sendiri kemungkinan dari Bahasa Belanda, klompen, sepatu kayu penduduk Belanda tempo dulu. Sementara geulis berasal dari Bahasa Sunda artinya cantik, sehingga kelom geulis bermakna sepatu kayu yang cantik. Selain kelom geulis di Kota Tasikmalaya terdapat produk berupa sendal, sepatu dan sebagainya. Pada mulanya alas kaki yang dihasilkan adalah produk rumahan yang hanya memenuhi kebutuhan setempat, namun akhirnya produk alas kaki buatan Tasik banyak dilirik karena unik. Sentra utama industri kelom geulis terletak di Kec. Tamansari yaitu di Kel. Mulyasari, Sukahurip, dan Setiawargi, sementara sentra utama industri sendal / sepatu terletak di Kec. Mangkubumi yaitu di Kel. Mangkubumi, Sambongpari, Sambongjaya, Cigantang, dan Linggajaya, serta Kel. Tugujaya (Kec. Cihideung). Produks alas kaki Tasik bukan hanya dijual di dalam negeri tetapi sudah ada yang diekspor.  

 4.

  

   Payung Geulis
 

Payung geulis adalah kelengkapan mode gadis / mojang Tasik masa lampau. Tak akan sempurna kecantikan mojang Tasik tanpa menggengamnya, untuk melindungi wajah ayunya dari sengatan matahari, jadilah istilah payung guelis bermakna payung yang membuat penampilan tambah geulis alias cantiik. Jika diperhatikan secara seksama, akan muncul keindahan payung ini, lukisan bunga warna-warni mendekorasi ruang-ruang pada lapisan penutup payung, membuatnya unik. Payung geulis dibuat secara manual oleh tangan-tangan trampil orang Tasik. Sayangnya modernisme mengubah mode dan fashion hampir seluruh pelosok bumi, eksistensi payung geulis pun menghadapi kendala. Sebagai bentuk kompromi dengan jaman, fungsi payung geulis bergeser menjadi wahana ekspresi seni layak dikoleksi, dengan cara cerdik ini payung geulis tetap lestari. Selain menjadi karya seni lukis yang indah terdapat hal yang membanggakan, yaitu payung geulis menjadi salah satu simbol lambang Kota Tasikmalaya, yang bermakna perlindungan hukum. Adapun sentra utama payung geulis berlokasi di Kel.Panyingkiran (Kec. Indihiang).  

 5.

  

   Aneka Kerajinan
 

Tasikmalaya dikenal sebagai pusat kerajinan anyaman berbahan baku mendong, kayu, dan bambu. Pohon mendong yang banyak ditemui di selatan Pulau Jawa, dengan ketrampilan dan kreatifitas Orang Tasik, diubah menjadi peralatan rumah tangga seperti tikar, dompet, tas, keranjang tempat cucian, sandal, dan sebagainya. Tikar dengan anyaman yang rapih dan motif geometrikal dari helai-helai mendong bukan hanya bernilai fungsional tapi menjadi karya prestise, tak jarang dipajang di hotelberbintang. Sentra industri mendong adalah di Kec. Purbaratu yaitu Kel. Purbaratu, Singkup, Sukamenak, Sukajaya, dan Sukanegara. Produk unggulan lainnya dari Kota Tasikmalaya adalah kerajinan kayu, menggunakan bahan dasar kayu yang tidak terpakai atau limbah, hasilnya berupa boneka kayu, boneka buah-buahan, boneka sayuran, ondel-ondel, boneka Jepang, dll. Sementara itu terdapat industri meubelair berbahan kayu di Kel. Mulyasari (Kec. Tamansari) dan Kel. Kahuripan (Kec. Tawang). Selain mendong dan kayu, terdapat industri kerajinan bambu. Mulanya industri ini adalah usaha sampingan, produk yang dibuat sebatas alat perlengkapan yang digunakan sehari-hari, seperti boboko (tempat nasi), tudung saji, berbagai tempat makanan dengan macam bentuk dan ukuran, keranjang parsel, keranjang parsel buah, kap lampu, peralatan dapur, dan lain-lain. Karena adanya permintaan maka dibuat dalam jumlah dan bentuk bermacam-macam untuk memenuhi keinginan pelanggan. Sentra kerajinan bambu di Kota Tasikmalaya yaitu di Kec. Bungursari misalnya di Kampung Citerewes (Kel. Bungursari), Kampung Pasir Angin (Kel. Sukalaksana), Kel. Cibunigeulis, dan sekitarnya.  

6.

 

     

 Aneka Makanan

Ragam makanan olahan Tasik, sebut saja opak, rangginang, wajit, dodol, ladu, kue tambang, kue kuping gajah, kue kering, kue sus, dll. Pengrajin makanan olahan di Kota Tasikmalaya tersebar di berbagai wilayah seperti sentra makanan olahan rangginang berada di Kampung Cikatuncar, Kel. Kotabaru (Kec. Cibeureum), sedangkan makanan lainnya di Kel. Nagarasari dan Panglayungan (Kec. Cipedes). Sementara pusat penjualan makanan olahan dan oleh-oleh Tasik tersebar di Jl. RE. Martadinata, Jl. Sutisna Senjaya, Jl. HZ. Mustofa, dan sebagainya.