INDUSTRI

06 Februari 2016 WIB
Jumlah industri besar dan sedang yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya yang terbanyak adalah industri makanan dan minuman, yaitu berjumlah 15 perusahaan, yang terbanyak kedua adalah industri pakaian jadi, Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki.
 
 
Sumber : Statistik Daerah Kota Tasikmalaya tahun 2015
 
Kota Tasikmalaya menempatkan sektor industri dan perdagangan sebagai potensi utama yang didukung oleh data empirik bahwa potensi industri kecil kerajinan dan perdagangan cukup menonjol perkembangannya. Mayoritas mata pencaharian penduduk Kota Tasikmalaya bergerak di bidang perdagangan, industri, dan jasa (36 %).
 
Sentra industri kreatif yang kian berkembang di Kota Tasikmalaya, diantaranya adalah:
 
Batik
Tasikmalaya terkenal sebagai salah satu sentra batik di Indonesia. Batik tasikmalaya mempunyai tiga motif, yaitu Batik Sukapura, Batik Sawoan, dan Batik Tasik. Batik Sukapura secara sepintas menyerupai batik Madura dengan ragam hias yang kontras dalam ukuran motif dan warna. Batik Sawoan adalah batik yang didominasi warna coklat seperti buah sawo ditambah warna indigo dan ornamen warna putih, mirip Batik Solo. Sedangkan Batik Tasik memiliki ciri warna-warna yang cerah karena pengaruh dari batik pesisiran. Motif batik Tasikmalaya sangat kental dengan nuansa Parahyangan, seperti bunga anggrek dan burung.
Selain itu ada juga motif Merak-Ngibing, Cala-Culu, Pisang-Bali, Sapujagat, dan Awi Ngarambat. Batik Tasik memiliki kekhususan tersendiri, yaitu bermotif alam, flora, dan fauna. Batik Tasik hampir sama dengan Batik Garut, hanya berbeda dari sisi warnanya yang lebih terang. Selain jenis-jenis di atas, ada beberapa motif batik Tasikmalaya lainnya yang bisa ditemukan, seperti akar, antanan, balimbing, guci latar batu, lancah tasik, awi ngarambat, sente, rereng daun peuteuy papangkah, tsunami udey, merak, calaculu, gunung kawi, kadaka, lamban samping, lancah sawat ungu, rereng orlet, renfiel, rereng sintung, manuk rereng peutey selong, manuk latar sisik, merak latar haremis, merak ngibing, parang, sidomukti payung, sisit naga, taleus sukaraja, dan turih-wajit-Limar
 
Bordir
Kota Tasikmalaya merupakan salah satu sentra industri kecil bordir di Jawa Barat, bahkan di tingkat nasional. Industri bordir menyerap jumlah tenaga kerja yang cukup besar di Kota Tasikmalaya, hal tersebut tidak lepas dari nilai ekonomi yang cukup tinggi yang dapat dihasilkan bordir dibandingkan dengan kerajinan lainnya.
Pada tahun 2000 para pedagang bordir membentuk Asosiasi Gabungan Pengusaha Bordir Tasikmalaya (GAPEBTA) dan pada tahun 2002 para pedagang meminta lokasi yang tetap kepada pengelola pasar Tanah Abang. Dengan difasilitasi Pemerintah Kota Tasikmalaya, Asosiasi GAPEBTA mendapatkan pinjaman uang muka untuk pembayaran bangunan yang representatif di blok F2 lantai 5 dari anggaran dana PIM (Pinjaman Industri Manufaktur) Provinsi Jawa Barat.
Khusus produk bordir, barang-barang ini dipasarkan di Pasar Tanah Abang, Jakarta setiap hari Senin dan Kamis dengan omzet sebesar Rp 30 milyar per bulan, sementara untuk pasar ekspor bordir telah mampu menembus negara-negara Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, dan Afrika.
Selain ke Pasar Tanah Abang, pemasaran bordir Kota Tasikmalaya juga disalurkan ke Pasar Tegal Gubug, Cirebon dan daerah-daerah lainnya di Pulau Jawa maupun luar Jawa seperti: Pasar Turi, Surabaya, Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, Pulau Batam, Makassar, dan Pontianak.
 
Kelom Geulis
Sandal Kelom Geulis adalah jenis sandal asli hasil karya dan warisan budaya Bangsa Indonesia khususnya Tasikmalaya. Seperti halnya batik yang merupakan warisan budaya Indonesia, sandal Kelom Geulis terbuat dari kayu mahoni pilihan yang dibuat dengan 90% hand made atau kerajinan tangan. Diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan sandal yang modis, unik, dan berkualitas, kuat dan berdaya seni tinggi. Kelom Geulis Juga sudah masuk ke mancanegara seperti Jepang, Afrika, Eropa, dan Bangladesh.
Selain itu, masih ada produk industri kreatif khas Tasikmalaya lainnya seperti Payung Geulis, Anyaman, dan Mebel.